Dipublikasikan pada 05 March 2026 oleh Adminberita in Kegiatan Sekolah
PATI – Suasana pagi di MTs Abadiyah selama bulan suci Ramadhan terasa begitu menyejukkan. Jauh sebelum hiruk-pikuk kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai, halaman utama madrasah telah berubah menjadi lautan santri yang bersimpuh khidmat. Bukan sekadar rutinitas, kegiatan "Ngaji Pagi" ini telah menjadi napas spiritual bagi seluruh civitas akademika dalam mengisi bulan yang penuh ampunan.
Rangkaian kegiatan dimulai tepat pukul 07.00 WIB, diawali dengan lantunan Asmaul Husna yang menggema syahdu. Ribuan suara siswa menyatu, memuji keagungan Allah sebagai bentuk persiapan batin sebelum menerima asupan ilmu. Setelah zikir bersama usai, suasana seketika hening saat kajian Kitab Ta’limul Muta’allim dimulai. Selama kurang lebih 30 menit, para siswa menyimak dengan saksama setiap untaian kalimat dalam kitab klasik karya Syekh al-Zarnuji tersebut.

KH Syafi’i Ahmad, selaku ustadz pengampu yang membacakan dan mengupas isi kitab, menekankan bahwa kajian ini adalah upaya mengembalikan marwah penuntut ilmu. Beliau dengan telaten membimbing siswa memaknai bait demi bait yang berisi panduan etika menuntut ilmu.
"Kitab Ta’limul Muta’allim adalah kompas bagi penuntut ilmu. Di bulan yang penuh berkah ini, kita ingin santri tidak hanya mengejar nilai angka, tapi juga mengejar keberkahan ilmu. Saya sering mengingatkan mereka bahwa al-adabu fauqal 'ilmi—adab itu posisinya di atas ilmu. Tanpa adab yang benar terhadap guru dan kitab, ilmu yang didapat akan kering dari manfaat," tutur KH Syafi’i Ahmad di sela-sela kajiannya.

Metode pengajaran dilakukan secara klasik namun interaktif, di mana beliau membacakan teks asli (matan) kemudian memberikan penjelasan mendalam yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini bertujuan agar nilai-nilai dalam kitab klasik tersebut tetap relevan dengan tantangan zaman modern.
Kegiatan ini bukan sekadar pengisi waktu luang di bulan puasa, melainkan manifestasi nyata dari cita-cita besar lembaga. Kepala MTs Abadiyah, Drs. Saiful Islam, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi besar madrasah.
"Kami ingin menjadikan Ramadhan sebagai laboratorium akhlak. Semua ini dilakukan dalam rangka menuju visi utama MTs Abadiyah, yaitu 'Ilmu Didapat, Takwa Melekat, Menuju Manusia Bermartabat'. Kami percaya bahwa kecerdasan otak harus dibarengi dengan kebersihan hati. Jika pagi harinya sudah diawali dengan zikir dan kajian adab, insya Allah KBM di jam-jam berikutnya akan berjalan lebih barokah dan kondusif," ujar Drs. Saiful Islam, M.Pd. dengan penuh optimisme.
Melalui integrasi antara tradisi pesantren dan pendidikan formal ini, MTs Abadiyah berharap para siswa tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh. Dengan ilmu yang mumpuni dan ketakwaan yang menghujam kuat, diharapkan lulusan madrasah ini mampu tumbuh menjadi pribadi yang bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.